Stress

Seorang teman bercerita, adia bertemu seseorang yang baru saja menjalankan usaha sendiri. Sebelumnya statusnya sebagai kuli di tempat orang. Hitung-hitung berusaha ganti status lah… kayak facebook yang statusnya bisa berubah setiap saat [ eh gak nyambung ya..

Karena teman ini merencanakan buka usaha sendiri di akhir tahun ini, bertanyalah dia pada pengusaha baru tadi.

“Bagaimana rasanya punya usaha sendiri”

“Wah lebih pusing ternyata dibandingkan kerja sama orang”

“Lho kok bisa? Kan waktu yang ngatur kita sendiri?”

“Iya tapi kan kita ngurusin semuanya… pusing dibawa sampai tidur!”

Setuju? Ada benarnya sih. Tapi tidak benarnya juga ada lho.

Tidak benarnya adalah emang orang kerja kalau lg stress nggak kebawa tidur?

Kerja di MNC

Konon kerja di Multi National Company lebih menjanjikan. Mulai dari gaji, tunjangan, fasilitas, dan karir. Gaji katanya disetarakan dengan standar gaji di negara asal, bahkan konon pakai dollar segala.

Belum lagi masalah karir. Jenjang karir lebih jelas dibandingkan dengan perusahaan lokal, terlebih perusahaan family business terutama Chinese Family. Perusahaan tetapi pengelolaannya seperti mengelola rumah tangga.

Benarkah kerja di MNC lebih menjanjikan?

Faktanya adalah belum tentu! Kalau anda mendapatkan MNC yang ‘baik hati’ dan tidak bermental ‘Penjajah’ beruntunglah. Beda seandainya anda bekerja di perusahaan asing yang mentalnya memang MENJAJAH.

Kantor lokal beserta staffnya bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan revenue buat perusahaan. Setelah itu revenue harus diserahkan ke kantor pusat. Sedangkan kantor lokal kemudian harus mengajukan budget untuk segala macam biaya termasuk gaji ke kantor pusat.

Budget yang diajukan belum tentu disetujui semuanya. Bahkan bukan tidak mungkin akan dipotong sana-sini termasuk pengajuan kenaikan gaji.

Jadi terbayang bagaimana kita terjajah oleh mereka. Kita yang bekerja keras, kemudian mereka yang menerima. Kalau kita butuh harus minta, dan permintaan belum tentu disetujui.

Pilih Kantor apa Rumah?

Mana yang anda pilih:

Membawa urusan rumah ke kantor

atau

Membawa urusan kantor ke rumah

Atau nggak kedua-duanya?

Nggak membawa urusan rumah ke kantor berarti persetan dengan segala urusan rumah tangga selama jam kerja. Termasuk nggak ngangkat telpon dari istri, anak, pacar, selingkuhan…

Sementara nggak bawa urusan kantor ke rumah, berarti setiap hari dealing with deadline. Berarti pula siap-siap pulang larut malam untuk lembur [bukan LEMPENGIN BURUNG ya...] Berarti pula….. persetan dengan urusan rumah kecuali tempat tidur dan kamar mandi…

Nah lho…..

Dress Down atau Dress Up

Bos: Kamu mau kemana?

Sekrup: Meeting sama Client Pak.

Bos: Lho kok cuma pake batik. Yang benar aja kamu… Nggak sopan. Kalau meeting itu harus pake dasi. Masak cuma pake batik doang.

Sekrup: Lho yang penting kan isinya kepalanya Pak?

Bos: Lha Memang Mata Client Nggak bisa lihat??!!

Benarkah Uang Datang Sendiri?

Mana yang benar seharusnya?

Mendapatkan jabatan baru yang lebih berat dengan penyesuaian gaji belakangan setelah   ada pembuktian bahwa dia akan sukses dengan jabatan barunya.

atau

Mendapatkan jabatan baru dengan gaji baru sesuai dengan standar posisi baru tersebut.  Masalah itu berhasil atau tidak di posisi tersebut itu urusan nanti.

Mana yang benar??

Karyawan Tetap

Saat pertama datang ke Kantor, menandatangi surat perjanjian kerja bahwa mulai hari ini bekerja di perusahaan ini, dengan gaji sekian tunjangan segitu.

Saat tenaganya sudah tidak dibutuhkan, posisinya digeser ke jabatan yang tidak berguna alias pengacara [pengangguran banyak bicara].

Kalau sudah membebani cost perusahaan…..dipindah lagi ke posisi yang pekerjaannya paling sulit dikerjaan buat dia. Dan akhirnya….. resigned deh….

Jadi yang Tetap apanya? Ya…. Tetap Jadi Sekrup Kapitalis…

Pekerja Kontrak

Dikontrak dengan masa kerja tertentu. Kalau tidak dibutuhkan berarti kontrak tidak diperpanjang alias diberhentikan.  Kalau dibutuhkan ya diperpanjang lagi kontraknya.

Kalau masa kontraknya sudah habis? Kalau dibutuhkan ya……diperpanjang lagi. Kapan permanennya? Ya…. Kapan-kapan….

 

Bekerja tapi pas-pasan atau Menganggur tapi Kaya Raya?

Sekrup 1 = “Rejeki itu ada dimana-mana dan yang menentukan hanya Tuhan. Jadi jangan takut kehilangan rejeki walaupun kita nggak kerja lagi disini!”

Sekrup 2 = “Sejelek-jeleknya perusahaan ini … paling tidak setiap bangun pagi di pikiranku terpatri bahwa hari aku akan pergi ke jalan ini gedung itu lantai sekian untuk bekerja. Bagaimana kalau misalnya saya bangun pagi dan tidak tahu harus kemana hari ini. Sementara duit di gudang tidak pernah berkurang”

Aku Kerja Kok ….

Anda ingin DIANGGAP  bekerja saat jam kerja di kantor? Coba lakukan ini:

1. Kalau sedang berjalan melewati ruangan kerja terlihat banyak orang, selalulah membawa dokumen, biar anda dikira akan ada rapat penting. Continue reading →

Perguruan Ngeles Sakti

Sebuah Consultant Company sedang mengadakan Job Interview untuk mengisi posisi salah satu Analyst Consultant yang sedang lowong.

Interviewer: “Kenapa anda dipecat dari perusahaan tempat anda sebelumnya?” Continue reading →