Terbangnya Asa
August 20th, 2008
Sepertinya baru setahun yang lalu aku mendapat gelar Sarjana Akunting. Ternyata sudah 17 tahun masa itu terlewati. Tiba-tiba ingatanku melayang ke masa 17 tahun lalu saat aku berhak mengenakan Toga.
Tak lama setelah itu, layaknya anak muda yang lain, aku sudah bisa mentraktir teman-teman dengan gaji pertama sebagai staff akunting di sebuah perusahaan terkenal. Siapa yang tidak ngiri, baru lulus, dapat pekerjaan di perusahaan bonafid lagi.
Kubentangkan cita-cita setinggi langit.
Sekian tahun punya gaji sekian. Sekian tahun jadi ini, jadi itu. Dan yang penting bisa nglamar cewek cantik tetangga sebelah.
Dan planning berjalan mulus. Gaji setiap tahun naik, meskipun jabatan & posisi tetap. Enak juga ya… Setiap tahun gaji disesuaikan. Perusahaan pun berlagak sosial, ada training ini, training itu. Dan yang bikin lega, ada dana pensiun. Wuih kayak pegawai negeri dong. Bisa tenang di masa tua.
Tahun berganti tahun. Tak terasa si Kecil yang dulu merengek saat aku akan bekerja, sekarang sudah mulai asyik dengan urusannya sendiri. Dia pun sudah minta dibikinkan kamar sendiri. Waduh…. rumah belum lunas sudah ada tuntutan macam-macam dari bocah.
Tiba-tiba… tak ada angin tak ada hujan, aku mendapat tawaran menduduki posisi baru. Ada apa gerangan? Siapa tidak suka mendapat tantangan baru?
Tetapi …
Posisi itu tidak di Jakarta, tempat dimana aku hidup bersama keluargaku selama ini. Ada di sebuah kota kecil nun jauh disana dimana aku tidak mungkin menetap disana. Duh ada skenario apa lagi ini.
Awalnya dengan pertimbangan itu, aku menolak secara halus. Aman …
Tetapi ..
Semakin lama, kok aku secara tidak langsung dipaksa untuk menerima tawaran itu. Dan ternyata tidak hanya aku, teman-teman yang lain pun ternyata dalam kondisi yang sama.
Dan akhirnya datang juga jawaban dari semua itu.
Departemenku akan direlokasi, dan tenaga pun akan dikurangi.
Tak ada pilihan lain, untuk mundur dan mencari kesempatan di tempat lain. Kucari lowongan pekerjaan di berbagai tempat. Koran, Internet, dan sebagainya.
Aku lihat ada yang menarik. Sepertinya aku cocok disana, latar belakang industri sama, posisi pun hampir sama. Lamar ah…
Tetapi….
Lha kok ternyata nama perusahaannya pun sama dengan perusahaanku sekarang? Apa Maksudnya?
Mereka bilang akan direlokasi, direstrukturisasi, de el el.
Lha ini kok nyari banyak orang untuk posisi yang banyak ditinggalkan?
————-
Sudikah perusahaan membayar kita yang sudah karatan ini dengan gaji yang semakin tahun semakin tinggi?
Sudikah perusahaan membayar pensiun kita layaknya pegawai negeri?
Tidakkah perusahaan tertarik dengan tenaga muda yang punya semangat tinggi, talenta, rajin, dan mau DIBAYAR MURAH?
CINTAILAH PEKERJAANMU TETAPI JANGAN CINTAI PERUSAHAAN TEMPATMU BEKERJA
2 Responses to “Terbangnya Asa”
Leave a Reply
See also:
- Resigned dan Kebahagiaan (October 23rd, 2008)
- Life Begin @ 40 (August 30th, 2008)
- Enjoy The Life (July 4th, 2008)
- Sakit (March 25th, 2008)
- Pengusik Ketenangan itu Bernama Handphone (March 7th, 2008)


August 20th, 2008 at 10:04 am
Wooh…
August 28th, 2008 at 3:33 pm
Amin…….