sekrupkapitalis

Enaknya Jadi Sekrup

Tidak selamanya jadi sekrup itu tidak enak. Adakalanya si Bos yang punya uang, tapi sekrup yang menikmati. Tidak percaya?

Sekarang coba kita tinggalkan dulu kehidupan di kantor. Lihat sekrup-sekrup kita di rumah. Pembantu, Sopir, Baby Sitter, tukang kebun.

Kita, sebagai Ndoronya (Tapi bukan Ndorokakung lho..), kerja keras pergi pagi pulang petang pantat pinggang pegel. Sedangkan sekrup-sekrup atau keset-keset itu, memang kerja, tapi hampir seluruh waktunya tinggal di istana yang kita bangun.

Lihat teve sepuasnya sambil ngulek sambel. Terus laporan gosip terbaru ke ndoro perempuan sambil ngasuh si kecil. Sedang si sopir benar-benar bisa merasakan enaknya atau tidaknya sebuah mobil. Apalagi kalau bisa membawa diri, si ndoro pun kalah ‘nggaya’ dibanding sopir. Lumayan kan bisa dapat cewek cantik tanpa modal :P . Iya kalo cewek lain, lha kalo istri kita atau anak ABG kita? Yo Modar wae….

Itulah hidup, kalo sekrup di rumah bisa, kenapa kita di kantor tidak bisa?

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image