55% dari 100 perusahaan terbaik versi Fortune menyatakan bahwa integritas adalah value utamanya, disamping kepuasan pelanggan, dan yang ketiga : kerja tim.

Perusahaan tempat kerja anda punya Corporate Value? Adakah diantara value yang tertera di situ menjadi pegangan bertingkah laku anda sehari hari? Saya yakin jawabannya untuk pertanyaan terakhir ini adalah tidak.

Ngapain menjalankan Values yang tidak cocok dengan kenyataan.

Contoh,

“PT. Untung Terus” punya slogan “Work Life Balance”. Kenyataannya adalah, karyawan baru meninggalkan kantor paling cepat Jam 7 malam. Dan di hari Sabtu masih juga masuk untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum kelar. Belum lagi sms dan telepon ke HP yang tidak kenal waktu.

6 Responses to “Slogan itu Bernama Corporate Values”

  1. 1
    dedenf Says:

    hahahaha, true, true

  2. 2
    Mas Kopdang Says:

    curhat nih ye…?

    makanya Ndoro..upss, Krup..
    kerja yang ikhlas ridho..
    kerja buwat pemerentah dan rakyat..
    biar yang ambil oentoeng orang banyak..

    kekekekekek…

  3. 3
    sekrupkapitalis Says:

    @Mas Kopdang … wah sekrup ini bukan Ndoro lho. Anggap saja ini suara semua sekrup di Alam Fana ini. Ya..ya..ya…. emang enak kerja boeat pemerentah dan rakyat, terutama BISA PULANG CEPET.

  4. 4
    Mas Kopdang Says:

    Apa yang salah dengan pulang cepet tur tepat waktu?
    menunjukkan profesional kan? bahwa keluarga di rumah pun memiliki hak dengan keberadaan kita…?

    huehehehe…

    Biasa lah… cara mudah menghibur diri adalah melihat orang lain dari satu sisi..yaitu sisi yang kita senangi..namun tak kita miliki

    :lol:

  5. 5
    i'm red&sexy Says:

    Hehehehehe… kerja buat pemerentah atau non-pemerentah sih tetep ada kesamaannya, kita sama2 didominasi.
    Tenaga dan pikiran kita dieksploitasi, waktu dan hidup kita semakin terampas, pilihan kita semakin dipersempit, kreativitas kita semakin dikebiri…
    Bedanya (kalo ada yg kurang tambahin yah), kalo di kantor pemerentah, jam kerja lebih santai (ya eyalaaahhh umumnya dateng jam 9-pulang abis makan siang), lobi sana/i, modal absen setor muka n’ jilat atasan, “tenang aja bosss, semua beres…” dan hidup dari pajak semua warga.
    Sementara kalo di kantor non-pemerentah, kita hidup bak robot dengan chip yang semuanya sudah diatur, jam datang, istirahat, pulang, seragam, praturan, capaian, sanksi, dll… Dan kita disodori dengan imaji betapa indah dan sempurnanya sebuah kedisiplinan dan keprofesionalan… Padahal kita di ’setting’ dan dikondisikan u/ tetap menjadi mahluk yang produktif u/ tetap menjaga roda produksi & profit terus berjalan…
    Ah, what a great life!
    Terusss… gemana dengan mereka yang berpeluh dibawah terik matahari? yang berteduh dikolong jembatan? yang mengais2 dari buangan manusia lain? yang bersembunyi di gelapnya lorong2 jalan?
    lahir…sekolah/kuliah (mengejar selembar ijazah)…kerja di perusaan elite/internasional(mengejar status ekonomi&sosial)…cari jodoh…beranak pinak…sambil terus bekerja…masih bekerja…mati…bahagia?!?

    Ah, what a great life…

  6. 6
    sekrupkapitalis Says:

    @Mas Kopdang & i’m red&sexy
    satu lagi enaknya kerja buat pemerintah, yang loyal bukan anak buah ke bos, tapi sebaliknya bos harus loyal ke anak buah. Kalo nggak bisa berabe….

Leave a Reply

See also: