Manajer Omong Kosong

March 16th, 2008

Jika ingin tidak banyak pekerjaan, jadilah Manajer.

Karena setiap orang menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaan orang diatasnya, jika jabatan anda semakin tinggi, pekerjaan anda pun semakin sedikit.

Semakin penting posisi anda, semakin sedikit pekerjaan anda. Dan itu adalah salah satu hukum pasti di dunia bisnis.

Menjadi seorang manajer tidaklah harus tahu tentang semua hal. Tetapi menjadi seorang manajer HARUS tahu bagaimana MENDELEGASIKAN pekerjaan.

Dengan alat yang bernama DELEGASI, seorang yang budak akan berjuang keras untuk memenuhi tenggat waktu yang telah ditentukan sang Manajer. Entah bekerja atas nama apa si Budak bekerja. Demi nama baik Manajer, karena sudah berhasil MENDELEGASIKAN pekerjaan, atau demi cita-cita luhur atas nama CORPORATE CULTURE.

 

6 Responses to “Manajer Omong Kosong”

  1. 1
    Ndoro Kakung Pecas Ndahe Says:

    […] bacalah tulisan-tulisan di blog Sekrup itu. Ia berkisah, misalnya tentang kekesalannya pada sosok manajer omong kosong. Jika ingin tidak banyak pekerjaan, jadilah […]

  2. 2
    anna Says:

    Hmmmm…persis boss saya. Alat di kantor saya namanya : DISPOSISI :)

    Senior menejer : Apa ini –> menejer –> Ini apa –> Asisten menejer –> Apa-apaan ini –> Staff : bukan apa-apa

  3. 3
    jalansutera Says:

    itulah gunanya ada jabatan manajer. betul, khan? Tahu bedanya manajer dengan staff? Coba simak baik-baik bedanya berikut ini…

    Bila manajer tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten.
    Bila staf tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !

    Bila manajer berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau flexible.
    Bila staf berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !

    Bila manajer bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
    Bila staf bekerja lambat itu berarti dia tidak ‘perform’ !

    Bila manajer bekerja cepat, itu berarti beliau ’smart’.
    Bila staf bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !

    Bila manajer lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati.
    Bila staf lambat memutuskan, itu berarti dia ‘telmi’ !

    Bila manajer mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
    Bila staf mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !

    Bila manajer terlalu berani ambil resiko, itu berarti beliau risk-taking.
    Bila staf terlalu berani ambil resiko, itu berarti dia sembrono !

    Bila manajer tidak berani ambil resiko, itu berarti beliau ‘prudent’.
    Bila staf tidak berani ambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

    Bila manajer mem-by-pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-inovatif.
    Bila staf mem-by-pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !

    Bila manajer curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
    Bila staf curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !

    Bila manajer menyatakan : ” Sulit ” itu berarti beliau prediktif-antisipat if.
    Bila staf menyatakan : ” Sulit ” itu berarti dia pesimistik !

    Bila manajer menyatakan : ” Mudah ” itu berarti beliau optimis.
    Bila staf menyatakan : ” Mudah ” itu berarti dia meremehkan masalah !

    Bila manajer sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer
    Bila staf sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

    Bila manajer sering entertainment, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
    Bila staf sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !

    Bila manajer tidak pernah entertainment, itu berarti beliau berhemat.
    Bila staf tidak pernah entertainment, itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !

    Bila manajer men-service atasan, itu berarti beliau me-lobby.
    Bila staf men-service atasan, itu berarti dia menjilat !

    Bila manajer sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
    Bila staf sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !

    Bila manajer minta fasilitas mewah,itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
    Bila staf minta fasilitas standar, itu berarti dia banyak menuntut !
    . . . . . . . . . . . (masih banyak lagi)

    Bila manajer membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris.
    Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia :
    - frustasi
    - iri thd karir orang lain
    - negative thinking
    - provokasi
    - tidak tahan banting
    - barisan sakit hati
    - berpolitik di kantor
    - tidak produktif
    - tidak sesuai dengan budaya perusahaan
    - de el el

  4. 4
    dian.ina Says:

    hihihi…siapa sih manajernya?

  5. 5
    andrias ekoyuono Says:

    manajer kan masih report ama director, director masih report ama owner/pemegang saham. jadi manajer blum apa2 tuh.hehehe

  6. 6
    sekrupkapitalis Says:

    @jalansutera … :D komennya TOP MARKOTOP. Lebih nyekrup daripada sekrup sendiri

    @dian.ina … Manajernya? Semua yang merasa ….. Bisa kita sendiri. Sekrup saat kita di Kantor. Bisa jadi, kita jadi BOS nya SEKRUP saat di rumah terhadap pembantu kita.

    @andrias ekoyuono … wah anda kayaknya pengalaman banget nih sama bos-bosnya sekrup. Semoga anda bisa menyalurkan bos-bos yang MEMBUMI ya oom.

Leave a Reply

See also: