Satu dekade lalu, yang namanya Handphone masih menjadi barang langka. Tidak ada itu istilah sms, miscalled. Dan konon adanya handphone akan memudahkan banyak urusan. Benarkah?

Lihat taglinenya Nokia, Connecting People. Jadi yang dihubungkan orang sama orang. Tidak lagi rumah dengan rumah, atau rumah dengan kantor. Dan seseorang akan identik dengan satu nomor.

Awal kita punya handphone, apalagi dengan harga mahal, akan membuat kita bangga.

Tapi sebenarnya dibalik itu, handphone akan menjadi alat pelanggar hak asasi kita. Bagaimana tidak. Dengan handphone, anda akan dihubungi diluar jam kantor. Kita matikan? Bagaimana dengan pihak lain yang akan menghubungi kita, misal keluarga, teman?

Beli nomor lagi? Lha kok malah lebih report. Keluar uang lagi, buat beli handphonenya, belum lagi masalah pulsa.

Makanya, baru-baru ini pemerintah Kanada melarang penggunaan Blackberry. Sebuah gadget yang banyak digunakan untuk mengakses email.

So?

Matikan Handphone diluar Jam Kerja sekarang!

4 Responses to “Pengusik Ketenangan itu Bernama Handphone”

  1. 1
    Om Guyon Says:

    untung aku bukan orang beken, jadi handphone 1 juga juarang banget yg nelpon

  2. 2
    sekrupkapitalis Says:

    @Om Guyon,
    Wah selamat mas, nikmati keadaan seperti itu. Asli, punya handphone belum tentu membikin hidup lebih indah, kecuali yang nelpon orang yang kita sayangi misal pacar kita, anak kita, istri yang minta disayang :)

  3. 3
    ndoro kakung Says:

    anehnya, banyak orang merindukan dan sangat berhasrat punya BlackBerry … apa ndak makin dikejar-kejar email keparat ya?

  4. 4
    sekrupkapitalis Says:

    @ndoro kakung … ciri sekrup di negeri ini …. Sing Penting NGGAYA. …

Leave a Reply

See also: