Habis Tenaga, Dibuang Kemudian
March 3rd, 2008
Kerja bertahun-tahun banting tulang. Berangkat pagi pulang malam, terkadang menginap. Apa yang anda cari? Penghargaan dari perusahaan?
Mungkin sebagian besar dari kita berharap reward yang layak, setelah kita berpuluh tahun berkarya untuk perusahaan. Tetapi masihkah kita berharap seperti itu?
Berharap sih boleh, tetapi untuk terlaksana, bak mimpi di siang bolong.
Berapa umur anda sekarang? Sudah berapa lama anda bekerja ditempat anda?
Taruhlah anda sekarang berumur 35 tahun, sudah berkarya mungkin 10 tahun jika anda memulainya umur 25. Coba perhatikan berapa tenaga muda yang mulai masuk ke perusahaan tempat anda bekerja. Siap-siaplah anda digusur oleh mereka.
Karena perusahaan suka dengan mereka! Muda, Semangat Tinggi, dan Murah !
Kenapa murah, ya mereka dengan pengalaman yang mereka punyai tidak akan mempunyai daya tawar yang tinggi. Mereka akan dihargai jauh dibawah nilai yang anda terima. Jadi uang yang dikeluarkan perusahaan untuk gaji anda, bisa dipergunakan buat menggaji tenaga muda yang lebih bersemangat dengan jumlah yang lebih banyak!
Sedangkan anda, setelah 5-10 tahun bekerja, semangat dan produktifitas mungkin sudah menurun. Gaji setiap tahun disesuaikan sama perusahaan sesuai inflasi. Dimata perusahaan Anda Sudah Menjadi Ampas!
Perusahaan akan memecat anda? Bisa ya bisa tidak.
Dengan memecat anda, berarti perusahaan mengeluarkan sejumlah uang untuk itu. Ada perhitungan yang sudah disyaratkan oleh pemerintah mengenai PHK.
Atau, pelan-pelan anda dipaksa untuk resigned. Dan ini sekarang yang banyak terjadi. Dititik ini, seorang yang berakting jadi teman anda di kantor, akan menjadi penumpang gelap.
Jika sudah begini, mungkin para PNS lah yang lebih beruntung. Masih ada penghargaan dari pemerintah untuk tenaga yang telah dikeluarkan selama 32 tahun bekerja. Meski mungkin tidak seberapa jumlahnya.
Sedangkan budak kapitalis?
Ya teruslah berharap dan bermimpi, semoga hal itu menjadi kenyataan
2 Responses to “Habis Tenaga, Dibuang Kemudian”
Leave a Reply
See also:
- Perguruan Ngeles Sakti (October 25th, 2008)
- Resigned dan Kebahagiaan (October 23rd, 2008)
- SDM (October 22nd, 2008)
- Efisiensi (July 20th, 2008)
- Dipecat atau Mengundurkan Diri? (July 4th, 2008)


March 26th, 2008 at 5:25 pm
ahahaha saya sepakat sekali…
Tapi ini semua sudah menjadi keterlanjutan, dimana pilihan orang sudah diputuskan, semua akan diarahkan pada kerja, produksi, dan konsumsi.
Semua yang ditawarkan oleh kapitalis melalui korporasi atau what everlah itu namanya adalah IMAJI…
Dan akhirnya ketika kita tua (mudah2an panjang umur), kita baru bertanya “Ngapain aja sih gw waktu itu?” dan menyesali “Damn! Bego bgt ya gue dulu” hehehehehe….
Kita benar2 dibuat kehilangan makna kehidupan kita dan dipaksa mengabdi pada ‘Dia Sang Penguasa Hidup’…
Saat ini yang saya lakukan dan jalani adalah tetap menjaga api semangat KEHIDUPAN saya…
March 29th, 2008 at 11:40 am
@i’m red & sexy
Namanya sexy banget sih….
Saat muda kita mengejar harta megorbankan kesehatan
Saat tua kita mengejar kesehatan mengorbankan harta