PHK

Ternyata terpaan angin PHK tidak pandang bulu menyapu korban. Tidak peduli itu sekrup yang berada di level paling rendah, atau sekrup di level yang “agak lumayan”. Semua jadi korban.

Jika sekrup level menengah atas pernah merasakan memberhentikan bawahan, mungkin saat ini baru merasakan rasanya di PHK. Emang EnaK … :P

Benar kata orang, semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpa. Begitu juga bicara mengenai pekerjaan. Ternyata tidak enak juga menempati posisi di atas. Bahkan saat terpaan angin begitu kencang dan mengakibatkan tumbangnya pohon, rasanya lebih sakiiittt.

Yang membedakan mungkin pesangonnya. Kalo di level atas, mereka berani nego … boleh diberhentikan, tapi saya dapat berapa? Jangan sekali-kali saya diberhentikan tapi nggak dapat apa-apa ya ….

Nah bagaimana dengan sekrup paling bawah? Dapat satu kali gaji juga sudah bersyukuurrrr……..

Korupsi, Suap, Pengacara

Yang Korupsi Orang Jawa

Yang Menyuap Orang Cina

Yang Bela Orang Batak

Email Spam

Direktur :”Reportnya mana, kok belum ada di Inbox saya sih?

Manager :”Sudah dicek belum Pak? Nggak nyampe’ kali ya Pak. Atau dianggap email sampah kali jadi masuk folder Spam?”

Bos :”Memangnya sudah kamu kirim? Kapan?

Manager “Besok Pak …. ”

PHK makan PHK

Manager    :  “Kamu tahu alasan dipanggil kemari?”

Karyawan : “Tidak Pak. Memangnya Kenapa?”

Manager    : “Kontrak kerjamu yang habis bulan depan, tidak  diperpanjang lagi”

Karyawan  :”Lho katanya mau diperpanjang. Kok sekarang diputus sih Pak?”

Manager    :”Iya, soalnya prestasi kerjamu tidak memuaskan. Kamu juga sering terlambat datang ke kantor. Jadi ya kamu tidak diperpanjang lagi kontraknya”

Karyawan  :”Nggak bisa dikasih toleransi Pak? Diperpanjang dua atau tiga bulan begitu Pak?”

Manager    :”Iya ndak bisa”

Karyawan “Lho kok nggak bisa kenapa Pak?

Manager  : “Lha yang mecat kamu 2 bulan lagi siapa? Wong saya bakal dipecat bulan depan ……..”

Cina, Batak, Sunda

Jika ada perusahaan yang menyatakan bahwa dalam proses rekrutmen tidak akan mempertimbangkan SARA alias Suku Agama nda RAs, dan hanya mempertimbangkan kompetensi, janganlah percaya 100 % dengan pernyataan tersebut.

Bagaimana mungkin seorang Direktur yang keturunan Cina akan mengangkat bawahannya yang Non Cina, sedangkan Direktur itu sendiri hanya percaya dengan orang yang bisa Bahasa Mandarin?

Mungkin dia akan menerima yang Non Cina tetapi penempatannya pada posisi tidak terlalu penting. Atau kalaupun penting, gaji yang diterima akan berbeda dengan yang Cina.

Atau pernahkah anda bertemu dengan Sopir Blue Bird yang berasal dari Tanah Batak? Mayoritas berasal dari Betawi, karena mereka dianggap tahu jalan di Jakarta, atau dari daerah Jawa Tengah karena dianggap pekerja keras dan jujur.

Atau pernahkah anda bertemu dengan Sopir Mayasari Bakti yang berasal dari daerah diluar Sunda?

Itu baru bicara Suku, dan RAS, belum bicara agama. Situasinya akan lebih dahsyat. Jika PNS dikuasai mayoritas Muslim [wajar dong, kan di Indonesia mereka mayoritas], tidak halnya dengan pegawai swasta. Anda akan lebih mudah bertemu dengan orang yang beragama Non Muslim dibandingkan Muslim. Karena ya ada hubungannya dengan poin tentang Cina diatas.

Kebanyakan perusahaan Swasta dikuasai Cina, otomatis orang-orang keturunan Cina akan meluncur ke sektor-sektor tersebut. Karena untuk masuk PNS atau Militer pintu sudah hampir pasti tertutup.

Bonus, Kurindu Kehadiranmu

Akhir tahun masih tersisa sekitar 2 bulan lagi, pimpinan perusahaan tiba-tiba mengumpulkan seluruh karyawan untuk memberitahukan sebuah pengumuman penting. Heran juga, kenapa harus dikumpulkan? Kenapa tidak diberitahukan lewat email saja sih…
Setelah ngomong panjang lebar menegenai kondisi keuangan perusahaan, tiba saatnya pada inti permasalahan.

Bos : “Karena penjualan kita tidak dapat mencapai TARGET, dengan sangat menyesal perusahaan tidak dapat membagikan BONUS TAHUNAN”.

Karyawan: “Perusahaan kita RUGI BESAR ya pak?

Bos : “Kalau berdasarkan perhitungan terakhir, perusahaan kita membukukan KEUNTUNGAN 60% …….. ”

Karyawan : ???

Things To Do by SK

Today Things To Do

08:00  Sampai di Kantor,  nyalain kompi, terus langsung ke tumpukan koran dan ambil koran hari ini, dilanjut ke pantry. Biasa ngopi dulu.. ditemenin sama koran, atau membahas topik hangat pagi ini.

08:30 Balik ke meja kerja, cek email. Sambil nunggu email kantor kebuka, buka juga private email. Yahoo, Gmail, Hotmail. Sekalian Sign in ke YM, dan pasti dong mo update status di Facebook.

09:30 Nggak ada email penting masuk, paling cuma email si bos, ngomongin masalah cuti lebaran. Lanjut ke Yahoo, Gmail, Hotmail, YM, sama FB.

10:00 Nemu link buat donlot film, sedot dulu ah… mumpung masih pagi, biasanya agak kenceng. Sambil baca-baca status FB temen.

10:15  FB kayaknya dah mulai rame nih ngomongin masalah belanja buat lebaran. Beda sama awal puasa kemarin, isinya tentang puasa semua.

11:00 Ke ATM dulu ah, ngambil THR

12:00 Sholat dzuhur dulu, habis itu? Mo tidur, nggantiin waktu tidur pas sahur.

13:30 Karena AC di Masjid dingin, kebablasan deh sampe setengah dua. Cuci muka dulu ah… eh di Toilet ketemu temen kantor. Ngobrol sana-sini, ada juga sih ngomongin kerjaan tapi cuma sekilas. Sisanya ngomongin mudik.

14:00 Cek email lagi siapa tau ada yang masuk. Eh, sepi juga… orang-orang sdh pada libur kali ya…

14:15 Update status FB sama kasih komen ke status temen.

14:30 Mantan pacar ngajak chatting lewat FB

15:30 Ups lupa udah waktunya Sholat Ashar. Ke Masjid dulu ah…

16:00 Nyari makanan buat ntar buka puasa. Enaknya buka pake apa ya?…

16:30 Balik lagi ke Kantor, Update status FB lagi…. gila udah 3x ya hari ini? Kayak minum obat aja…

17:00 Pulaaaaanggg……..

Korban Restrukturisasi

Bos: “Teman-teman sekalian, dengan berat hati saya umumkan bahwa teman-teman yang ada disini kontraknya tidak dapat saya perpanjang. Keputusan berat ini terpaksa diambil karena dari kantor pusat mengintruksikan adanya restrukturisasi.  Dan akibat restrukturisasi tersebut, posisi rekan-rekan semua sudah tidak ada lagi didalam struktur organisasi”.

Sekrup: “Wah kok begitu ya Pak. Kan ini mau lebaran. Kita tidak dapat THR dong?”

Bos: “Ya, nggak gitu. Kita tetap manusia kok. Kontraknya kita perpanjang cuma sampai setelah lebaran saja ya. Jadi kalian dapat THR, setelah ya selesai. Ok?”

***

Dan ceritanya, sekrup ini lagi browsing internet buat nyari kerjaan baru. Tiba-tiba matanya tertuju sama satu posisi yang familiar. Kok kayaknya mirip ya sama posisiku sekarang ya. Wah boleh juga nih.

Klik sana sini, dibaca lagi…. “Lho ini kan posisi ku? Katanya nggak ada di struktur, kok ini nyari karyawan baru di posisiku?”

Just Shut Up

Office - Jam 24:00 WI

Bos: “Kok kalian masih pada lembur sih? Ini kan sudah tengah malam?”

Karyawan: “Lha kan mengerjakan tugas buat meeting bapak besok. Memang maunya Bapak Bagaimana? Kita pulang sekarang?”

Bos: “Mau saya ya… Hasil kerja  kalian saya tunggu besok pagi di meja saya” :p

Komputer Saja Tahu . . .

Office - Jam 23.00 WIB

“Waduh gawat”

“Kenapa?”

“Komputerku hang nih? Padahal deadline besok. Bagaimana nih?”

“Istirahat saja dulu…. komputermu saja tahu kapan harus istirahat…”